MEDITASI KANDA PAT MERESPON MELALUI ENERGI KESADARAN

BACK TO HOME

MEDITASI KANDA PAT MERESPON MELALUI ENERGI KESADARAN


Bali bisa dianggap pulau unik apalagi kalau kita mengangkat pembicaraan tentang spiritualisme, pulau yang juga disebut sebagai pulau Dewata telah melahirkan banyak ahli spiritual dan tokoh spiritual ternama. Mereka yang menelaah dalam tentang sejarah akan menemukan sederet tokoh papan atas dari pemimpin spiritual spektakuler pada zaman Bali Kuno. Guru Made Sumantra mengembara untuk menemukan makna hidup sejati.
Kepergian Guru Made Sumantra merupakan bentuk respon terhadap apa yang terjadi pada zaman ini seperti diskriminasi kasta, terhanyut dalam kenikmatan foya-foya, perang, berebut jabatan, dengan demikian melahirkan berbagai kekhawatiran, putus asa, dan curiga, Guru Made Sumantra merespon berbagai kejadian ini melalui latihan yang akhirnya menjadi tugas utama para pengikutnya yakni berlatih hidup sadar (eling).

Intisari Latihan
Guru Made Sumantra berlatih hidup sadar sehingga mengapai keadaan sadar sepenuhnya setiap saat, dengan demikian Guru Made Sumantra bisa merespon apa pun yang terjadi dalam pikiran dan perasaanya, beliau juga bisa merespon apa yang terjadi di dalam tubuhnya, kemudian beliau juga sanggup merespon apa yang sedang terjadi di lingkungannya.
Merespon dengan penuh kesadaran merupakan tugas penting bagi setiap orang, Guru Made Sumantra berada dalam kondisi sadar agar bisa merespon tiga dimensi itu, dimensi pikiran beserta perasaan, dimensi badan jasmani, dan dimensi lingkungan dengan penuh kesadaran, Guru Made Sumantra adalah manusia yang sudah bangun sepenuhnya, manusia yang sudah bangun tentu saja tidak lagi tertidur dalam pikiran masa lalu atau masa depan.
Sadar tentu saja sadar akan sesuatu objek, tentu saja bisa berupa sebuah kejadian, tempat, manusia, lingkungan dan sebagainya. Suatu hal yang mustahil apabila kita menyebutkan sadar namun tidak ada objeknya. Hal ini serupa dengan makan, seandainya engkau ingin makan, perlu ada sesuatu yang bisa di makan, tentu saja itu bisa berupa nasi goreng, sayur, kerupuk, cap cai, mie rebus, dan sebagainya.
Intisari latihan KANDA PAT Guru Made Sumantra terfokus pada bagaimana mengumpulkan kesadaran-kesadaran kecil menjadi kesadaran yang lebih besar lagi agar energi kebiasaan tidak bisa beraksi, kalimat petuah yang menyebutkan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”, rasanya Guru Made Sumantra memiliki bukit kesadaran sungguh besar! Memperbesar energi kesadaran merupakan tugas penting agar bisa berlayar dengan mudah dalam samudra penderitaan dan kebahagiaan.
Energi kebiasaan merupakan sebuah dorongan yang kuat, sulit dibendung, walaupun kita tahu marah itu merupakan sifat kurang baik, namun kita tetap marah, karena marah sudah menjadi kebiasaan kita, oleh karena itu kita perlu menghadirkan energi lain dengan cara latihan hidup sadar agar energi kesadaran menjadi semakin besar dan kuat, tidak memberikan kesempatan kepada energi kebisaan untuk merespon berbagai kejadian.

Napas
Latihan untuk memperkuat energi kesadaran tentu saja harus menjadi makanan sehari-hari, jangan biarkan mental kelaparan sementara obesitas badan jasmani sudah tidak bisa dibendung sama sekali. Memberi makan kepada mental sama pentingnya memberi makan kepada badan jasmani ini, kita memberi makanan sehat kepada mental melalui latihan konkret, dari sekian banyak latihan yang pernah diutarakan oleh Guru Made Sumantra , tampaknya latihan napas termasuk yang paling awal diajarkan ketika beliau mulai membabarkan dharma, hal ini bisa dilihat kembali ketika kita melirik Sutra tentang kesadaran penuh terhadap pernapasan atau disebut anapannasmrti sutra. Tampaknya memang napas sangat penting dalam tataran pemikiran Guru Made Sumantra , bahkan zaman modern sekarang ini juga menjadikan latihan napas sebagai energi utamanya.
Latihan napas diberikan juga karena simplisitasnya, dari sejak lahir manusia sudah bernapas, bahkan ketika sedang tidur juga manusia bernapas. Kita boleh saja tidak makan selama tiga hari, namun apabila tidak bernapas selama 3 menit saja, tampaknya sudah ada yang ngos-ngosan, kalau memang tidak percaya, silakan coba saja, kalau 3 menit tidak memberi efek berarti, coba saja 30 menit, barangkali engkau akan tahu betapa beruntungnya bisa terus bernapas keluar dan bernapas masuk, ketika saya ingat akan hal ini, seketika itu juga akan membuat saya sangat bahagia, minimal sekarang ini saya tidak pilek dan bisa bernapas keluar dan bernapas masuk cukup lancar.

Lagu
Di tempat saya berlatih, Pasraman Markandeya Yoga Ubud Bali De Mantra, kami bahkan menciptakan lagu yang judulnya “tarik nafas, hembuskan nafas”, lagu yang merupakan cerminan dari sutra anapannasmrti.
Budaya Nali juga sangat menyenangi nyanyian dan lagu, namun pada saat itu keterikatan terhadap lagu sangat besar apalagi kebanyakan lagu diciptakan lebih cenderung berkaitan dengan kisah-kisah romantis dan sebagian lagi berkaitan dengan dewa-dewi.
Transformasi terjadi ketika ajaran Kanda Pat Guru Made Sumantra di bawa ke dunia barat , beliau dengan daya kreatifitasnya merubah lagu menjadi sebuah latihan yakni latihan hidup sadar, ternyata hal demikian membantu banyak orang.
Berbicara esensi latihan, tentu saja menyanyi dengan penuh kesadaran dengan lirik yang mencerminkan sutra, tentu saja memberikan nuansa berbeda, tak pelak lagi banyak orang yang merasa cocok dengan cara demikian, walaupun ada sebagian kecil yang merasa janggal karena diskriminasi pikiran yang muncul akibat berbagai faktor.
Lagu yang diciptakan oleh mereka yang berlatih kesadaran memberikan nuansa berbeda dari segi irama dan lirik, zaman sekarang juga banyak muncul lagu ‘Bali’ yang melankolis-romantis dengan aroma pop, tentu saja kita perlu melirik lebih dalam atas lagu-lagu demikian, apakah membantu memperkuat energi kesadaran atau malahan sebaliknya membuat kita semakin terhanyut dalam buaian imaginasi? Kita perlu mencari tahu sebagai individu ataupun sebagai satu komunitas.

Aktivitas sehari-hari
Memperbanyak kuantitas latihan akan memberi pengaruh kepada kualitas, apalagi kita bisa menemukan cara kreatif untuk berlatih hidup sadar untuk memperkuat energi kesadaran agar bisa merespon 3 dimensi yakni dimensi pikiran, dimensi badan jasmani, dan dimensi lingkungan.
Latihan berkelanjutan yang memungkinkan adalah membaurkan latihan itu ke dalam aktivitas sehari-hari seperti makan, duduk, jalan, kerja dan sebagainya, Guru Made Sumantra menyebutnya “the practice of non practice”, menjadikan latihan bukanlah sebuah latihan formal, tetapi tetap mengandung unsur latihan, berlatih tanpa harus menyebutnya sebagai sebuah aktivitas berlatih.
Zaman modern ini banyak orang yang tidak berani melihat dirinya sendiri, mereka takut melihat wajahnya sendiri, wajah penuh frustasi, putus asa, dan stress, oleh karena itulah mereka melarikan diri melalui cara makan sebanyak-banyaknya, menonton, belanja, dan menjadi penguna narkoba, bahkan bunuh diri, ketika kita tidak punya cukup energi kesadaran, ketika kita tidak punya sahabat seperjalanan untuk membantu, tidak ada tempat dan rumah untuk berlindung, maka generasi muda akan habis disapu oleh bencana zaman sekarang ini.
Sebagai monastik atau guru, saya merasa punya banyak waktu luang untuk melakukannya, ketika jalan maka saya bisa berlatih meditasi jalan, saya bisa menikmati berjalan tenang dan lambat tanpa harus terburu-buru, saya fokuskan perhatian pada langkah kaki, inilah disebut latihan sadar terhadap langkah kaki. Saya tidak perlu pergi pusat latihan meditasi untuk berlatih meditasi jalan, engkau bisa melakukannya ketika suasana memungkinkan, tentu saja jangan coba-coba berlatih meditasi jalan di kota besar seperti Jakarta, karena engkau sedang mempertaruhkan nyawamu!
Meditasi duduk juga demikian, kita bisa duduk di dalam bus kota menuju kampus, tempat kerja, atau pulang ke rumah, atau kita bisa duduk dalam mobil sambil bernapas masuk dan bernapas keluar menikmati kemacetan di luar sana tanpa harus merasa kesal? Seharusnya dengan cara demikian akan membuat hidup lebih bermakna karena tidak ada rasa jengkel dan kesal yang hadir, berarti kita sedang terbebas dari jengkel dan kesal, dengan demikian saya boleh bilang bahwa napas membantu kita lepas bebas dari kejengkelan dan kekesalan, inilah yang disebut Buddha bahwa latihan membantu kita menjadi orang bebas yakni bebas dari emosi negatif, seperti orang yang terbebas dari penjara, dia sangat bahagia!
Makan juga bisa menjadi sebuah meditasi yang sangat bermanfaat, asal engkau mau cari tahu bagaimana membangkitkan energi sadar ketika sedang makan, tentu saja makan dengan ritme lebih lambat memberikan kesempatan untuk menyadarinya, tentu saja boleh makan berkesadaran dengan ritme lebih cepat, namun tentu saja cukup sulit, jadi nikmati saja makan dengan santai ketika waktu memungkinkan dan lakukanlah seperti engkau tidak sedang latihan sehingga tidak menimbulkan suasana kagok pada saat itu.

Komunitas
Masih banyak latihan bisa diterapkan asal kita mau mencobanya, contohnya di Bali. banyak Pura, setiap sekian jam kentongan dan gambelan di pura akan berdentang, berhentilah berjalan dan bicara, berhenti berjalan kemudian berlatih bernapas dengan penuh kesadaran.
Semangat serupa juga bisa diterapkan di Indonesia ketika kita mendengarkan Azan dari Masjid atau bahkan klakson mobil, apalagi latihan seperti ini bisa terapkan bersama-sama dalam satu kelompok latihan yang setuju melakukannya. Melakukannya sendiri tentu saja sangat menarik apalagi bisa melakukannya bersama-sama komunitas akan menjadi latihan yang asyik sekali.
Energi kebersamaan tentu saja akan memberikan efek sangat besar, ketika kita melakukannya sendiri, kadang kita akan patah semangat, ketika berlatih ramai-ramai, walaupun kadang ada rasa malas, tapi ketika melihat teman dalam komunitas latihan melakukan latihan, maka kita juga akan terinspirasi dan terdorong untuk melakukannya.
Latihan bersama-sama dalam komunitas tentu saja akan menuai banyak kesulitan juga selain banyak kemudahan, oleh karena itu perlu ada media dan latihan lain untuk membantu komunitas agar tetap bisa hidup bersama secara harmonis, beberapa latihan seperti ‘happiness meeting’ dan ‘beginning anew’ merupakan cara indah untuk menjaga keharmonisan antar anggota dalam komunitas, kita tahu bahwa ketika kaki kita sakit maka bisa memberi efek kepada pikiran, demikian pula sebaliknya, ketika ada satu sel dalam tubuh sakit maka akan memberi efek ke sel yang lain, masing-masing anggota adalah sel dalam badan jasmani.
Sebuah Lembaga (ISAC) juga bisa menjadi sebuah komunitas untuk berlatih hidup sadar, ISAC tidak hanya semata-mata untuk berkumpul bersama untuk menyelesaikan suatu tugas, jika antara anggota ISAC tidak bisa menghadirkan latihan hidup sadar dan harmonisasi, maka tidak ada gunanya punya ISAC, karena ISAC hanya melahirkan manusia yang hatinya kerdil, egonya besar, dan menjadi mesin pencetak manusia sakit hati dalam organisasi sosial, barangkali ini menjadi hal yang perlu dipikirkan oleh semua ISAC yang ada di Indonesia,dan dunia bagaimana menghadirkan ISAC dalam atmosfir bahagia, ceria, ringan, yang tentu saja dalam nuansa kekeluargaan bukan sistem partai!
Sejak 20 tahun yang lalu, Guru Made Sumantra sudah memulai membangun komunitas harmonis atau yang disebut sebagai PASRAMAN MARKANDEYA YOGA INDONESIA, setelah merealisasi pencerahan beliau teringat 5 orang sahabatnya yang dikemudian hari menjadi anggota pertama, setelah sekian bulan anggota pasraman tumbuh sangat cepat, pada saat itu anggota pasraman sudah mencapai ribuan orang.

Engaged Guru Made Sumantra

Latihan esensial hidup sadar menjadi hal yang berperan dalam mengupayakan transformasi internal yang nantinya akan membawa transformasi eksternal, latihan yang bisa disatupadukan dalam aktivitas sehari-hari, latihan yang berkelanjutan, dan latihan bersama-sama dalam komunitas yang harmonis, sehingga membantu kita untuk merespon apa yang sedang terjadi dalam pikiran, apakah engkau sedang sedih, apakah engkau sedang kesal, apakah engkau sedang kecewa dan sebagainya.
Latihan sadar hendaknya bisa merespon cuaca mental seperti ini dengan penuh metta dan karuna, inilah praktik nyata bagi pikiran dan perasaan, jangan membiarkan pikiran berubah menjadi medan perang antara baik dan buruk, namun sang energi sadar akan menjadi agen perdamaian non partisan dan non diskriminasi.
Energi sadar membantu menyadari kehadiran emosi dalam pikiran dan perasaan. ketika para energi emosi ‘mara’ menembakkan panah api dan panah racun, ketika panah-panah itu hadir di depan kita seketika itu juga semuanya menjadi hujan bunga warna-warni.
Energi sadar membantu menyadari kehadiran perih dan pedih dalam badan jasmani sehingga kita juga bisa merespon dengan metta dan karuna, inilah praktik nyata bagi badan jasmani, jangan membiarkan perih dan pedih badan jasmani menyebabkan tindakan kekerasan baru, ada orang yang menyiksa dirinya karena tidak sembuh dari penyakit kanker, hatinya penuh dengan penderitaan, tidak ada energi sadar yang hadir di sana, tidak ada teman di sana, dia tidak tahu bagaimana merespon sehingga satu-satunya cara adalah dia merespon secara otomatis lewat kekerasan, ini yang disebut ‘menambahkan penderitaan di atas penderitaan’, energi sadar seharusnya menjadi agen pembawa perdamaian, sadar akan penderitaan yang semakin berlipat ganda, maka seseorang hendaknya tidak melakukan hal-hal bodoh untuk melukai dirinya.
Energi sadar membantu menyadari kehadiran penderitaan bumi ini sehingga bisa merespon dengan metta karuna, inilah praktik nyata bagi lingkungan dan bumi, jangan biarkan pemanasan global, sampah plastik, ketidakadilan sosial, penindasan, dan sebagainya menjadi ancaman bagi kehidupan diri sendiri dan semua makhluk.

Engaged Guru Made Sumantra menjadikan esensi latihan utama yakni latihan hidup sadar sebagai gerbang utama menuju pantai kedamaian, tentu saja melalui energi kesadaran untuk merespon pikiran, perasaan, dan badan jasmani individu, jadi Engaged Guru Made Sumantra bukanlah pergi demo, berteriak atas ketidak-adilan sosial, bukanlah menulis surat kecaman atas ketimpangan, namun Engaged Guru Made Sumantra mulai dari berlatih diri melalui hidup sadar melalui aktivitas sehari-hari, sehingga ketika pergi demo kita bisa merespon dengan metta karuna, ketika menulis surat protes maka kata-kata yang keluar adalah kata-kata penuh cinta kasih.

Tiada Awal Tiada Akhir
Engaged Guru Made Sumantra hanyalah ajaran Kanda Pat itu sendiri, esensi latihan hidup sadar membuka tabir kehidupan, janganlah terjebak pada istilah dan bentuk, seperti para sesepuh yang sering mengingatkan kita bahwa jari penunjuk bulan bukanlah bulan itu sendiri, karena kita bisa menuai salah persepsi bahwa jari telunjuk sebagai bulan, jari membantu kita menemukan bulan! Demikian juga bahwa dharma bukanlah kebenaran, namun dharma membantu kita menemukan kebenaran!

Connect With Us

Address : JL Raya Lungsiakan, Kedewatan, Ubud Bali 
Phone : (+62) 361 975 650 Cellular: (+62) 878 611 878 25 WA : (+62) 821 138 50 694 
Email: info@de-mantra.com 

Advertisements
Create your website at WordPress.com
Get started
%d bloggers like this: